Menu & Search
Street Food Michelin Star Bangkok Jay Fai Crab Omelette

Street Food Michelin Star Bangkok Jay Fai Crab Omelette

Dalam perjalanan ke Bangkok kali ini, saya berkesempatan untuk mencoba Gaggan yang merupakan restaurant kedua terbaik di top 50 Best Restaurants in Asia dan juga Jay Fai, koki dari kedai kecil yang mendapatkan 1 bintang Michelin untuk restorannya yang terkenal dengan Crab Omelette nya. Sebelum pergi saya sempat membaca baca blog salah satu foodies terkenal di internet dan ternyata pengunjung bisa membuat reservasi terlebih dahulu melalui email di jayfaibangkok@gmail.com.

Spot melalui reservasi sangat terbatas dan penuh dengan cepat. Ketika saya email di bulan Agustus, reservasi sudah full sampai Oktober 2019. Jadi kalau kamu mau membuat reservasi harus lebih dari 3 bulan di muka untuk dapat spotnya. Jangan lupa juga kalau Jay Fai tutup hari Senin.

Karena sudah tidak bisa reservasi lagi, saya memutuskan untuk langsung datang ke tempatnya dan antri di sana. Berdasarkan review di google dan di tripadvisor, orang-orang menyarankan untuk datang sekitar jam 10 pagi untuk menaruh nama terlebih dahulu di list di depan toko. Kalau tidak ingin mengantri lama, yang paling ideal adalah menaruh nama di urutan paling atas dan sudah siap menunggu di depan restoran tepat ketika restoran buka sehingga bisa langsung masuk. Semua masakan yang dijual di Jay Fai dimasak sendiri oleh sang pemilik, jadi waktu menunggunya sulit untuk bisa diprediksi.

Saya sudah memiliki reservasi untuk makan malam di Gaggan, jadi kita menulis nama kita di urutan ketiga dari paling belakang (no 52). Berdasarkan review yang saya baca online, kalau menaruh nama di urutan belakang, harus kembali ke restaurant sekitar jam 22.00. Jadi setelah makan di Gaggan saya langsung bergegas kembali ke Jay Fai untuk menunggu reservasi saya sambil harap-harap cemas.

Ketika saya sampai di Jay Fai, sudah sampai pada urutan 68. Saya pun kaget karena ternyata nomor tidak berhenti di 55, melainkan antrian akan terus bertambah jika masih ada waktu untuk melayani customer sebelum jam tutup mereka.

Akhirnya saya bertanya kepada salah satu staff di sana jika saya masih bisa antri untuk malam itu. Awalnya Staff tidak memberikan izin lalu saya bertanya ke staff yang lain yang akhirnya memberikan nomor urut terakhir yaitu 92.

Saya menunggu kurang lebih selama satu setengah jam sebelum nomor urut saya dipanggil dan saya bisa melihat menu. Saya memutuskan untuk memesan crab omelette nya yang terkenal dan drunken noodle. Setengah jam setelah order, saya mendapatkan meja untuk duduk dan akhirnya saya mendapatkan masakan Jay Fai jam 00:45 pagi.

Crab omelette Jay Fai sangat tebal dan penuh dengan daging kepiting. Lapisan luar telurnya juga enak, garing, gurih, dan tidak terlalu berminyak. Daging kepiting yang dimasukan ke dalam omelettenya juga besar-besar dan sangat segar, tidak amis sama sekali. Dimakan bersama saus sambal yang disediakan, cukup enak dan sensasinya berbeda dengan omelette lainnya. Makan crab omelette di Jay Fai lebih terkesan makan kepiting dengan telur, karena perbandingan daging kepiting dari telurnya jauh lebih banyak.

Daging seafood di drunken noodle yang kami pesan juga besar-besar Semua seafood yang dipakai sangat fresh dan tidak amis. Saya rasa porsi dan kualitas makanan yang Jay Fai berikan kepada customer bisa dibilang cukup banyak dan berkualitas, masih terbilang cukup sebanding dengan harga yang harus dibayarkan. Satu Crab Omelette harganya 1500 Baht atau sekitar Rp. 465.000. Overall menurut saya makanan cukup enak tapi di bawah ekspektasi saya untuk restoran yang menerima Michelin Star.

Setelah selesai makan, saya melihat Jay Fai yang sudah melepaskan Google masak ciri khasnya dan bersiap siap untuk menyelesaikan tugasnya malam itu. Hal yang paling menguntungkan menjadi customer terakhir adalah saya sempat berfoto dengan tante Jay Fai.

Di sebelah restaurant Jay Fai ini, ada sebuah restaurant Pad Thai yang juga terkenal bernama Thipsamai. Ketika saya mencoba Jay ai saya juga melihat antrian yang panjang di retaurant tersebut. Kalau kalian mau memaksimalkan waktu kalian saat pergi ke sini, bisa juga sambil mengantri di restaurant Pad Thai di sebelah. Jadi sambil sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Apakah kamu juga pernah mencoba Jay Fai? Bagaimana kesan kamu?

Mau tahu tentang points-hacking dan artikel lainnya, simak terus di Loyal Hackers!

Share

0 Comments